Berita
Produk
Forum
Kontak
Career
   
07-12-2012
 
Mendikbud; Peleburan IPA dan IPS tak Kurangi Substansi
 


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan peleburan atau penyederhaan mata pelajaran IPA-IPS di jenjang sekolah dasar (SD) tidak akan mengurangi substansi pengetahuan yang didapat oleh peserta didik.

"Peleburan mata pelajaran IPA-IPS tidak akan mengurangi subtansi pengetahuan, karena tetap diajarkan yang diintegrasikan dengan tema-tema," kata Mohammad Nuh dalam jumpa pers dengan wartawan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Artinya, pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu.

"Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Sebagai contoh, tema energi dapat diajarkan bagaimana pembangkit listrik dimanfaatkan dengan aliran sungai dan menggunakan Bahasa Indonesia," paparnya.

Ia melanjutkan bahan yang menjadi obyek pelajaran yaitu, fenomena sosial, budaya, dan alam. Usia anak-anak di SD yang dibutuhkan, kata dia, adalah keutuhan berpikir atau diajarkan bagaimana berpikir secara holistik.

"Mereka tidak diajarkan pendidikan spesialis, tapi pendidikan secara holistik," ucapnya.

Untuk tingkat SD, lanjut dia, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.

"Beban pelajaran sekolah yang dipikul anak-anak sekarang terlalu berat," tuturnya.

Sebelumnya, Dosen pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta Sam Mukhtar Chaniago, mengatakan penggabungan mata pelajaran IPA dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 dianggap tidak fokus.

"Belajar bahasa itu bisa masuk ke sains ataupun ilmu sosial. Jangan dibalik, Bahasa Indonesia memakai konsep sains atau ilmu pengetahuan sosial," ujar Sam Mukhtar Chaniago, dalam diskusi di Jakarta, Senin (3/12).

Sementara itu, Guru Besar Matematika Institut Teknologi Bandung Iwan Pranoto, mengatakan jika IPA atau IPS diajarkan ke dalam Bahasa Indonesia, perlu dipertanyakan pengukurannya. Perlu diperjelas apakah pembelajaran tersebut berdasarkan kaidah bahasa atau sains.

"Bangsa ini perlu menguatkan pendidikan dalam sains, teknologi, teknik, seni, dan rekayasa. Hal ini bisa menjadi modal bangsa untuk memajukan peradaban," kata dia.
 
 
     
  PENCARIAN
 
 
  INFO
 
Waspada Kebocoran Soal UN  
FSGI: UN untuk Kurikulum 2013 Seperti Apa?  
Penyaluran Bea Siswa Miskin Baru 38 Persen  
Syahrial: Sekarang, Banyak Sarjana dan Profesor Malah Jadi Koruptor!  
Banyak Orang Pintar, tetapi Tidak Terdidik  
  ARTIKEL
 
Sering Ngantuk Saat Belajar? Ini Solusinya!  
Apa Itu Kompetensi?  
  LINK
 
Direktorat Pembinaan SMA  
BSN  
Belajar Lebih Menyenangkan  
TIM Olimpiade Biologi Indonesia  
TIM Olimpiade Fisika Indonesia  
International Mathematical Olympiad  
Gadjah Mada University  
Buku Sekolah Elektronik  
Ilmu Komputer  
Pendidikan Network  
Berita Iptek Online